Minggu, 05 April 2015

BlackBerry Dukung Android for Work

KOMPAS.com - Fungsi BlackBerry Enterprise Service 12 (BES 12) semakin diperluas. Kini, piranti lunak enterprise data management milik BlackBerry tersebut dapat digunakan untuk mengelola layanan Android for Work dari Google.

BES 12 diklaim dapat menyediakan organisasi dengan cara yang paling aman dan fleksibel untuk mengelola Android for Work. 

Smartphone dan tablet dengan Android for Work akan dikelola secara native di dalam lingkungan BES 12 yang memudahkan manajemen dari semua platform pada satu pusat komando.

Android for Work dengan BES12 ini dapat dijalankan di jaringan perusahaan (on-premise) atau di awan (cloud) dan akan didukung dengan standar keamanan BlackBerry.

"BlackBerry bekerja sama dengan Google untuk menyediakan pelanggan dengan solusi yang mereka yakini dapat dijalankan di semua platform mobile dalam organisasi mereka," kata Billy Ho, Executive Vice President, Enterprise Products and Value Added Solutions, BlackBerry, seperti KompasTekno kutip dari keterangan pers yang diterima, Sabtu (28/2/2015).

Android for Work sendiri adalah layanan khusus untuk lingkungan bisnis. Dengan menggunakan layanan tersebut, pengguna bisa membuat dua buah profil di perangkat berbasis Android. Kedua profil tersebut adalah bisnis dan personal.

Nantinya, admin TI dapat mengelola data dan aplikasi yang dikelompokkan dalam profil bisnis di ponsel karyawan. Namun, admin TI tidak berhak untuk mengakses data dan aplikasi yang dikelompokkan dalam profil personal, termasuk foto, video, game, dan berbagai data pribadi lainnya.

Sementara, BES 12 adalah solusi keamanan bagi lingkungan bisnis. Melalui piranti lunak tersebut, admin TI dapat mengelola ponsel para karyawannya. Di versi 12 ini, platform mobile besar, seperti iOS, Android, Windows Phone, dan BlackBerry sendiri, sudah didukung.

Dukungan BES12 untuk Android for Work akan disediakan secara terbatas untuk preview di bulan Maret dan akan tersedia mulai kuartal kedua 2015.
Read More

Oppo Manfaatkan Jaringan Peritel Lokal

JAKARTA, KOMPAS.com - Angka permintaan terhadap smartphone Android Oppo semakin meningkat. Pada tahun 2014 lalu, Oppo mengklaim angka penjualan smartphone Androinya hampir menyentuh 200.000 unit dari keseluruhan model. 

Tak puas dengan angka ini, Oppo menjalin kerja sama dengan jaringan peritel Trikomsel yang gerainya tersebar di seluruh Indonesia. 

"Jaringan gerai ritel yang dimiliki Trikomsel akan semakin mempermudah mendapatkan produk Oppo smartphone ,” ungkap Jet Lee, CEO OPPO Indonesia.

Oppo sendiri telah memiliki 150 Oppo Store di kota-kota besar di Indonesia yang dibangun untuk lebih mendekatkan diri kepada konsumennya. Pada tahun ini, Oppo memiliki target untuk membangun lebih banyak toko.

Di Oppo Store ini dijual berbagai perangkat besutan Oppo yang sudah dirilis secara resmi di Indonesia. Selain itu, terdapat juga aksesori pendukung produk-produk tersebut.

Pengunjung juga bisa berkonsultasi dengan frontliner untuk berkonsultasi mengenai perangkat yang ingin dibeli.
Read More

Dibanderol Rp 11 Juta, Note Edge Masuk Indonesia Maret

BANGKOK, KOMPAS.com - Samsung Galaxy Note Edge pertama kali diperkenalkan pada ajang IFA 2014 di Berlin, Jerman, pada awal September 2014. Kini, phablet anyar perusahaan asal Korea Selatan itu dipastikan bakal mendarat di Indonesia pada 14 Maret 2015.

Pada tanggal tersebut, Galaxy Note Edge memiliki bentuk layar unik ini kan masuk ke pasaran Indonesia dengan banderol Rp 11 juta.

Kepastian tersebut terungkap di sela-sela rangkaian acara Samsung Forum 2015 di Bangkok, Thailand, yang berlangsung pada 9-14 Februari. Kompas.com mendapat kesempatan mengikuti Note Edge Workshop di Hotel Grand Hyyat, Rabu (10/2/2015).

"Note Edge ini secara resmi bakal kami luncurkan pada awal Maret atau lebih tepatnya pada tanggal 14-15. Nanti kami akan membuat event khusus di Jakarta," ungkap Flegon Koen, Product Marketing Manager SEIN.

Di Jerman, Edge diluncurkan bersamaan dengan Galaxy Note 4, yang lebih dulu sudah masuk ke Indonesia pada Oktober tahun lalu. Note Edge merupakan smartphone layar lebar yang unik dengan layar lengkung di sisi kanannya.

Ketika tertutup cover, bagian layar sebelah kanan bernama "Edge Screen" tersebut bisa dibuka sedikit sehingga menampilkan notifikasi. Jenis notifikasi yang ada pun bisa dipilih, mulai dari keterangan cuaca hingga catatan fitness.

Marketing Director IM Bussiness SEIN, Vebbyna Kaunang, mengungkapkan, Note Edge muncul dari ide ingin menciptakan gadget dengan tampilan dan nuansa notebook analog. Sedangkan, keputusan untuk pemakaian "Edge Screen" berasal berdasarkan observasi panjang dari beberapa pengguna notebook.

"Seringkali orang-orang menandai notebook mereka dengan indeks atau post-it notes. Jadi, karena hal tersebutlah lahir Edge Screen dengan dua panel berbeda di Galaxy Note Edge ini," ungkap Vebbyna.

Note Edge menggunakan prosesor quadcore Snapdragon Krait 450 32-bit 2,7 GHz dengan konektivitas jaringan 2,5 G, 3 G, dan sudah siap dijaringan LTE 4G. Layar Edge berukuran 5,6 inci dengan resolusi Quad HD Super AMOLED (2.560 x 1.440 pixel). 

Gadget ini dilengkapi kamera belakang 16 megapixel autofocus dengan optical image stabilizer (OIS) dan kamera depan 3,7 MP. Edge juga disertai S Pen generasi terbaru dengan kemampuan lebih baik dari sebelumnya.
Read More

Ternyata, Komputer di QZ8501 Boleh Dimatikan Bersamaan

JAKARTA, KOMPAS.com — Buku manual Airbus ternyata membolehkan Flight Augmented Computer (FAC), yang disinyalir menjadi masalah sesaat sebelum pesawat Airbus A320 milik Indonesia AirAsia QZ8501 jatuh, dimatikan dua-duanya secara bersamaan.

Investigator kecelakaan pesawat swasta, Gerry Soejatman, menulis dalam blog pribadi-nya bahwa jika permasalahan dalam FAC tidak bisa diatasi dengan cara me-reset dua komputer pendukungnya secara bergantian, buku manual Airbus menyebut prosedur yang harus dilakukan pilot adalah mematikan keduanya bersamaan.

"Saat kedua FAC (FAC 1 dan FAC 2) dimatikan bersamaan, kontrol pesawat akan beralih (dari normal law) menjadi alternate law," demikian tulis Gerry dalam blog-nya sebagaimana dikutip KompasTekno.

"Normal law" dan "alternate law"
Normal law adalah kondisi saat semua komputer dalam pesawat bekerja secara normal dan input-input yang diterimanya bekerja dengan benar. 

Dalam mode normal law, komputer pesawat memberikan proteksi dari berbagai kesalahan atau input yang berbahaya yang bisa membahayakan pesawat, seperti berbelok terlalu miring atau naik dengan kemiringan yang bisa mengakibatkan stall(kehilangan daya angkat).

Sementara itu, alternate law adalah kondisi saat beberapa komputer tidak berfungsi secara normal. Sistem fly by wire (FBW) pesawat tidak bisa memberikan proteksi seperti disebut di atas.

Sebenarnya, jika dalam kondisi alternate law pesawat juga mengalami kendala, sistem dalam Airbus A320 masih memiliki fungsi direct law dan mechanical law.


"Troubleshoot" FAC sesuai dokumen Airbus

Dokumen manual Airbus A320 yang didapat KompasTekno menjelaskan secara rinci bagaimana cara mengatasi (troubleshoot) masalah dengan FAC.

Jika salah satu rudder travel limiter (komponen FAC yang beberapa kali dilaporkan rusak dalam PK-AXC) tidak bekerja, menurut manual Flight Control Law Reconfiguration, pesawat akan tetap terbang dengan kondisi normal law dan sistem otopilot akan tetap bekerja walau salah satu rudder travel limiter tidak berfungsi.

Apa yang terjadi jika kedua rudder travel limiter tidak berfungsi? Jika FAC mendeteksi kerusakan dalam rudder travel limiter, sistem akan memberikan peringatan kepada kru kokpit.

Prosedur yang dibuat oleh Airbus untuk mengatasi kendala ini adalah me-reset FAC satu per satu sebagaimana terlihat dalam kutipan manual berikut ini.

Airbus
FAC fault
"Tentunya kita tidak mau terbang dengan mengandalkan komputer yang rusak, lebih aman terbang tanpa bergantung pada komputer yang rusak itu," kata Gerry.

Jika FAC 1 dan 2 setelah di-reset satu per satu tidak berhasil, prosedur yang harus dilakukan oleh kru kokpit adalah dengan mematikan keduanya sesuai dengan prosedur yang dibuat oleh Airbus. 

Airbus
FAC fault both
Dalam dokumen manual A320 juga disebut bahwa jika FAC 1 dan 2 dimatikan, rudder travel limit systemrudder trim controlyaw damper, dan PFD (primary flight display) yang menunjukkan informasi karakteristik kecepatan pesawat tidak berfungsi.

Dalam kasus QZ8501, sebagaimana diberitakan sebelumnya, berdasar sumber KNKT, pilot diketahui berusaha mengatasi kendala komputer FAC sebelum menanjak secara drastis dan akhirnya jatuh.

Temuan KNKT dari cockpit voice recorder (CVR) sendiri mengatakan bahwa peringatanstall dalam Airbus A320 QZ8501 berbunyi. Hal tersebut menunjukkan bahwa QZ8501 saat itu terbang bukan dalam kondisi normal law, melainkan alternate law, di mana beberapa proteksi pesawat tidak bekerja.

Dalam kondisi alternate law, pilot masih bisa mengendalikan pesawat secara manual. Hanya saja, proteksi otomatis pesawat tidak bekerja. Pilot masih bisa mengandalkan instrumen-instrumen di kokpit untuk menjaga limitasi gerak pesawat agar tidak masuk dalam kondisi yang membahayakan.

Lalu, apa yang menyebabkan pesawat terbang dalam alternate law? Menurut Gerry, hal itu bisa saja disebabkan sistem Yaw Damper (sistem yang menjaga agar pesawat tetap terbang lurus dengan kemudi serong (rudder) di sirip tegak pesawat) yang tidak bekerja karena rusak atau faktor lain.

Faktor lain adalah FAC 1 dan 2 yang dimatikan secara bersamaan. Alternate law akan bekerja dan mengharuskan pilot me-reset-nya secara bergantian. Jika tidak bisa diatasi, kedua FAC harus dimatikan sepanjang penerbangan.

Komponen rudder travel limiter yang merupakan bagian dari komputer FAC milik PK-AXC memang beberapa kali dilaporkan bermasalah. Komponen tersebut menurut Indonesia AirAsia telah diperbaiki. 

Pada hari kejadian QZ8501 jatuh pun, Minggu (28/12/2014), tim investigasi KNKT menyatakan pesawat dinyatakan dalam kondisi laik terbang.

Kemungkinan apakah masalah dengan rudder travel limiter ini kembali terjadi saat pesawat dalam perjalanan menuju Singapura belum bisa dikonfirmasi.

Bagaimanapun, Gerry menekankan agar setiap pihak menghormati proses investigasi yang dilakukan KNKT dan berhati-hati dalam setiap menerima bocoran informasi tentang kasus QZ8501 serta tidak membuat kesimpulannya sendiri.

"Jangan sampai kita membentuk persepsi sendiri berdasar informasi yang setengah-setengah," demikian ujar Gerry.
Read More

Dua Kipas Besar Untuk Jaga Temperatur

POPULARITAS kartu grafisPower ColorRadeon R9 285 Turbo Duo yang dirilis pada September 2014 terus meningkat. Maklum, teknologi yang dipakai, termasuk desainnya mampu memberikan performa yang apik saat digunakan. Kencang, tapi panas yang dikeluarkan tetap terjaga karena keberadaan dua kipas besar.

Seri ini dikeluarkan tidak hanya untuk menutup jarak yang cukup lebar antara R9 280 dan R9 290. Teknologi yang digunakan mendukung Mantle, itu bisa membuat beberapa game jadi makin kencang untuk dimainkan. Tidak ketinggalan, mendukung penuh DirectX 12 dan resolusi 4K.

Power Color Radeon R9 285 Turbo Duo mumpuni untuk menjalankan game-game terbaru karena memiliki memory interface 256-bit. Lantas, tersedia 2 GB memory grafis yang mampu menghasilkan gambar dengan baik di resolusi Full HD.

Desain

DUA kipas besar yang terdapat pada kartu grafis ini bukan untuk sekedar gaya-gayaan meski terlihat keren. Kipas itu memiliki peran penting untuk membuat panas yang keluar saat Power Color Radeon R9 285 Turbo Duo bekerja lebih stabil.

Saat idle, temperatur kartu grafis ini berada di kisaran angka 33-35 derajat celcius. Tugas dua kipas besar itu terasa saat beban maksimal diberikan pada kartu grafis ini. Dijaga supaya tetap berada di antara 70-75 derajat celcius.

Meski bekerja keras, noise yang muncul saat kipas besar itu sangat kecil. Jadi, tidak mengeluarkan suara yang mengganggu. Kartu grafis yang membutuhkan daya melalui 2x6 soket power itu juga cukup hemat energi. Saat idle, power consumption 68 watt, sedangkan ketika diberi beban maksimal, memakan tenaga 238 watt. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal saat menggunakan kartu grafis ini, pastikan menggunakan power supply 500 watt.

Kelengkapan lain yang terdapat di Power Color Radeon R9 285 Turbo Duo, terdapat Display Port, HDMI, dan dua DVI.

3DMark

UJI coba kemampuan Power Color Radeon R9 285 Turbo Duo menggunakan Sky Diver mendapat hasil yang memuaskan. Skornya 17.086 dengan angka rata-rata 56.8 FPS. Nilai yang tinggi membuat mainstream game bisa dijalankan dengan lancar. Tidak perlu ada kekhawatiran akan nge-lag saat asyik bermain.

Hasil yang sama juga didapat saat menguji kartu grafis ini dengan tes yang lebih berat, yakni Fire Strike. Skor yang didapat 6511, dan Radeon seri R9 285 ini secara stabil bisa mengirimkan gambar rata-rata 30 – 38 FPS. Itu juga menjadi tanda bahwa tidak perlu ragu untuk bermain beberapa game dengan seting grafis tertinggi.

Furmark

KARTU grafis ini didesain untuk bisa menjalankan game dengan resolusi tinggi. Itulah terbukti dengan hasil uji melalui Furmark saat Power Color Radeon R9 285 Turbo Duo diberikan beban maksimal. Hasilnya tidak mengecewakan karena mendapat nilai rata-ratanya 45 FPS.

Cinebench R15
Power Color Radeon R9 285 Turbo Duo juga cocok untuk menjadi partner videography. Benchmark menggunakan Cinebench R15 mendapatkan nilai 79.78 FPS. Angka yang tinggi itu bisa menjadi rujukan bahwa kartu grafis ini tepat untuk diajak video editing.

GAME
HASIL benchmark yang tinggi pada 3DMark menjadi alasan untuk menjalankan berbagai game dengan setting grafis tertinggi. FIFA 15 misalnya, tidak masalah dimainkan dengan pilihan grafis apapun. Mau FPS dikunci pada 30 FPS, 60 FPS, atau no limit dengan dengan rendering quality: high tidak ada masalah.

Permainan dengan resolusi 1920x1080 dan memilih MSAA Option x4 yang membuat game jadi lebih berat tetapi konsekuensi grafis yang lebih baik, juga tidak masalah. Pasalnya, saat game dijalankan dengan semua parameter itu, dalam satu detik bisa mengirimkan 120 FPS.

Game popular lainnya yakni Battlefield 4 juga begitu. Seting tertinggi boleh diaplikasikan saat bermain secara offline maupun online. Kualitas grafis Ultra masih mendapatkan FPS yang bagus dengan rata-rata 55 FPS. Hasil tidak terlalu ngedrop meski permainan berada di daerah dengan grafis yang rumit maupun banyak musuh.

Dua game itu tidak memberikan beban berarti bagi Power Color Radeon R9 285 Turbo Duo, termasuk Need for Speed: RIVALS. Game yang mengunci FPS di angka 30 ini selama pengujian mendapat nilai maksimal terus menerus. Saat sedang kejar-kejaran atau diburu polisi tidak membuat FPS jatuh. Balapan makin terasa nyata.

Berpetualang bersama si cantik Lara Croft makin asyik menggunakan kartu grafis ini. Itu dikarenakan hasil FPS yang tinggi saat diuji menggunakan internal benchmark, game Tomb Raider. Coba saja bermain dengan kualitas grafis Ultimate, masih mendapatkan 46.4 FPS dengan nilai tertinggi 60 FPS. (Adv)
Read More

Sabtu, 04 April 2015

Microsoft Ungkap Jadwal Peluncuran Office 2016

KOMPAS.com - Microsoft membeberkan detail mengenai paket aplikasi perkantoran Office terbaru besutannya. Dalam blog resmi perusahaan, Microsoft mengumumkan bahwa kumpulan aplikasi pengolah dokumen tersebut akan memiliki nama resmi Office 2016.

Microsof tampak sangat tertutup perihal Office 2016 ini. Hanya sedikit informasi yang diungkapkan oleh Microsoft dalam blog tersebut. Bahkan, perusahaan yang baru merilis Windows 10 ini tidak memberitahukan fitur baru apa saja yang bakal hadir menemani Office 2016.

Microsoft hanya berjanji untuk membagikan berbagai detail informasi terkait Office 2016 dalam beberapa bulan mendatang. Aplikasi tersebut pun akan dirilis ke pasar pada semester dua 2015.

Satu informasi lainnya, seperti KompasTekno kutip dari Venture Beat, Jumat (23/1/2015),software versi terbaru ini akan "memiliki pengalaman yang akrab dengan pengguna, cocok digunakan di PC yang dilengkapi dengan keyboard dan mouse".

Dalam peluncuran acara peluncuran Windows 10 lalu, Microsoft mengumumkan versi khusus Office, yang dinamakan Office for Windows 10. Kumpulan aplikasi tersebut terdiri dari Word, Excel, PowerPoint, OneNote, dan Outlook.

Bedanya dengan versi lainnya, Office for Windows 10 dikatakan dibuat lebih optimal untuk perangkat dengan layar sentuh. Aplikasi ini juga diklaim akan tetap enak digunakan di perangkat dengan bentang layar yang lebih kecil, seperti ponsel dan tablet.

Office for Windows 10 pun dijadwalkan untuk dirilis dalam beberapa bulan mendatang.
Read More

Hitungan Menit, Tablet Android Nokia N1 Ludes

KOMPAS.com - Tablet Android terbaru besutan Nokia, N1, tampaknya telah menjadi primadona baru di Tiongkok. Bagaimana tidak, perangkat yang dibuat bersama Foxconn ini ludes terjual hanya dalam hitungan menit.

Nokia N1 sebenarnya sudah dua kali habis terjual di Tiongkok. Minggu lalu, sepertiKompasTekno kutip dari Phone Arena, Jumat (16/1/2015), sekitar 20.000 unit N1 habis terjual hanya dalam hitungan 4 menit 2 detik. 

Adapun penjualan tablet berbasis Android tersebut kembali dilakukan pada hari Kamis (16/1/2015). Stok dari perangkat yang dijual secara online ini juga langsung habis dalam beberapa menit saja. 

Tidak disebutkan jumlah pasti perangkat yang berhasil terjual kali ini. Namun, waktu jualnya dikabarkan sedikit lebih lama dari batch pertama.

Penjualan tahap ketiga Nokia N1 sendiri dijadwalkan untuk dijual pada 22 Januari 2015 mendatang.

Peminat Nokia N1 di Tiongkok dikatakan memiliki jumlah yang sangat tinggi. Situs Nokia Power User mencatat, setidaknya sekitar 500.000 orang Tiongkok duduk di depan komputer untuk membeli perangkat tersebut secara online pada saat penjualan batch pertama lalu.

Produk ini diminati di Tiongkok karena memiliki harga yang tidak terlalu tinggi, tetapi dilengkapi dengan spesifikasi yang cukup tinggi. 

Nokia N1 merupakan tablet dengan bentang layar 7,9 inci yang menjalankan sistem operasi Android terbaru, versi 5.0 yang punya julukan “Lollipop”.

Di dalamnya tertanam sebuah prosesor quad-core Intel Atom Z3580 2,4 GHz, RAM 2GB, kapasitas media internal 32GB, serta kamera 8 megapiksel, dan 5 megapiksel.

Perangkat ini sendiri dijual dengan harga 257 dollar AS atau sekitar Rp 3,2 juta.
Read More