Rabu, 01 April 2015

4G Diharapkan Jangan Cuma di 2,3 GHz

// // Leave a Comment
JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana untuk menggelar layanan 4G LTE di Indonesia sudah dicanangkan sejak 2013 lalu. Seperti apa kesiapan operator-operator di Indonesia di mata Qualcomm?

Berbicara di acara jumpa media di Jakarta, Kamis (27/8/2014), Benhard Siagian selaku Country Manager Qualcomm Indonesia mengatakan, untuk bisa menggelar layanan 4G, maka operator seluler di Indonesia harus punya basis 3G yang kuat dulu.

"Mereka tidak bisa langsung lompat dari 2G terus ke 4G, jadi basis 3G-nya harus kuat dulu," katanya.

Dari segi kesiapan, Benhard melihat bahwa operator- operator telekomunikasi di Indonesia sebenarnya sudah mampu untuk menggelar LTE, terbukti dari uji coba LTE yang dilakukan Telkomsel dan XL di Bali pada Oktober 2013.

Namun ditambahkan Benhard, kesiapan itu masih memiliki beberapa kendala, seperti dari segi kesiapan jaringan, perangkat 4G yang masih mahal, serta dari sisi regulator, dalam hal ini pemerintah.

Dari sisi regulator, dengan pemerintahan yang baru nanti, Benhard berharap pemerintah lebih serius dalam membuat kebijakan dan melihat potensi yang bisa dihadirkan oleh 4G LTE.

Spektrum Lain
Selain itu, Benhard berharap di Indonesia bukan hanya memiliki 4G LTE yang beroperasi di frekuensi 2,3 GHz saja, namun juga spektrum lain.

Saat ditanya spektrum mana yang sesuai untuk menggelar 4G, Benhard tidak memberikan jawaban secara pasti, namun ia mengatakan bahwa spektrum 1800 MHz saat ini menjadi
spektrum yang banyak diminati.

"Kalau melihat blok frekuensi yang ada, saat ini yang available adalah 2,3 GHz yang akan diramaikan oleh Smartfren, dengan 30 Megahertz," tutur Benhard.

"Namun di spektrum 1.800 MHz ini yang banyak diminati operator walau masih terjadicontigous block yang masih harus diatur ulang lagi, asal pemerintah mau menyediakan teknologi pendukungnya," imbuhnya.

Sementara dari segi jaringan, Benhard melihat saat ini sudah ada peningkatan dalam hal kualitas layanan, namun masih belum maksimal, terbukti dengan sudah adanya aksesBroadband Wireless Access (BWA) seperti Bolt di area tertentu.

"Yang penting, operator harus melihat bahwa membangun jaringan LTE itu adalah sebuah investasi di masa mendatang," ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar